Mahasiswa teknik kimia selalu identik dengan mata kuliah menghitung, praktikum di laboratorium, dan tugas lainnya. Sebagian besar mereka hanya mendapatkan ilmu di kelas saja, padahal prospek kerja teknik kimia banyak yang di industri. Ada beberapa mata kuliah yang mendukung kemampuan observasi di lapangan. Salah satu mata kuliah tersebut adalah penyediaan energi.

Pada 15 November 2018, sebanyak 34 mahasiswa peserta mata kuliah penyediaan energi berkunjung langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) Pantai Baru, Bantul. Sri Rahayu Gusmarwani, selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut menyampaikan bahwa “Kuliah lapangan ini sudah tahun kedua sebagai kegiatan rutin bagi seluruh peserta mata kuliah penyediaan energi. Harapannya, mahasiswa dapat tahu langsung dan mengerti prinsip kerja pembangkitan listrik dari energi hibrid (gabungan dari tenaga angin dan surya).”

Lokasi PLTH Pantai Baru, Bantul

Berlokasi di pesisir Pantai Baru, Ngentak, Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul, terdapat banyak kincir-kincir terpasang berjejer tidak begitu jauh dari bibir pantai, hanya berkisar 250 meter. Berjejer rapi, tinggi tiang berkisar antara 10 hingga 15 meter. Tidak jauh dari kincir, panel-panel surya tersusun rapi. Tepat dibawah panel-panel tersebut ada kolam-kolam penampung air. Ikan-ikan gurame berukuran jari kelingking orang dewasa berenang di kolam tersebut.

Salah satu kincir angin sebagai kontrol hibrid
Kincir angin yang terpasang untuk sumber listrik dari angin
Panel surya sebagai sumber energi listrik dari sinar matahari

Proyek PLTH ini lahir berdasarkan kesepakatan yang dibuat pada tahun 2010 lalu dan sudah berakhir pada akhir Desember 2013. Proyek ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bappeda Bantul, Universitas Gadjah Mada, jajaran pemerintahan daerah Bantul dari Dinas Sumberdaya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan hingga Dinas Pariwisata Kab. Bantul, dan Kecamatan Srandakan dan para pemuka masyarakat (Kepala Dukuh/Dusun) beserta masyarakat di sekitar pantai Pandansimo Bantul. Dari kerja sama tersebut, aktor utama yang paling penting adalah peran aktif dari masyarakat sekitar pantai dan para wisatawan pengunjung Pantai Baru.

Ada 2 pembangkit tenaga listrik yaitu turbin angin dan solar panel. Turbin angin merupakan pembangkit listrik tenaga angin yang memberikan tenaga listrik dari kumparan generator pada turbin tersebut. Sedangkan solar panel merupakan pembangkit listrik dari sinar matahari dengan prinsip mengubah sinar ultraviolet menjadi ion-ion yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Kincir Angin Pantai Baru sebagai sumber energi listrik
Skema Proses Pengolahan Biogas dari Kotoran Sapi

Hasil dari pembangkit ini dapat dirasakan langsung untuk wisata kuliner di sekitarnya yang berupa 50 buah warung makan. Selain itu, PLTH Pantai Baru juga memiliki instalasi biogas mandiri dari kotoran sapi. Ada 200 ekor sapi di tempat instalasi biogas tersebut. Hasil biogas tersebut dimanfaatkan untuk mengganti bahan bakar gas LPG pada warung makan di sekitarnya dan memberikan energi listrik untuk pemenuhan listrik di daerah tersebut. (Tomi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here