Pada tanggal 10 April 2018, Jurusan Teknik Kimia mendapatkan kesempatan mengudara lewat Talkshow I-Techno di Radio ISTAKALISA 96,2 FM yang berlangsung satu jam dari pukul 16.00-17.00 WIB. I-techno kali ini mengusung tema “Chemical Engineer in Future Living” dengan mengundang 4 narasumber yaitu Ibu Sri Rahayu Gusmarwani (Ketua Jurusan), Ibu Dewi Wahyuningtyas (Sekretaris Jurusan), Hayyu Aji Pangestu (Ketua HMTK) dan Doni Syamsudin (Panitia LKIR ke-9). 

Bu Sri Rahayu Gusmarwani menyampaikan terkait teknik kimia dan profil lulusan teknik kimia di dunia kerja. “Teknik Kimia adalah cabang ilmu teknik yang belajar pemrosesan bahan mentah menjadi produk yang lebih berguna secara ekonomis. Dan aplikasinya terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia di industri. Jadi, produk dari kepala hingga kaki ada teknik kimianya.”

Bu Sri Rahayu Gusmarwani melanjutkan, “Lulusan teknik kimia di dunia kerja luas antara lain engineer di industri, konsultan, peneliti, entrepreneur, pendidik dan pegawai pemerintahan (PNS). Kuliah juga tidak hanya di kelas, tapi bisa dengan praktik di laboratorium atau di luar kelas (industri). Contoh mata kuliah penyediaan energi pernah kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH), Srandakan-Bantul.” 

Terkait apa saja yang dipelajari di teknik kimia, Bu Dewi Wahyuningtyas menyampaikan bahwa di teknik kimia memiliki 6 tools penting yang disebut Chemical Engineering Tools. Tools tersebut yaitu neraca massa, neraca panas, kesetimbangan, proses kecepatan, ekonomi, dan humanitas. Mahasiswa teknik kimia juga harus memiliki ilmu matematika yang kuat karena sebagian besar perkuliahan di teknik kimia berkaitan dengan perhitungan dan perancangan alat proses.

Menurut Hayyu Aji Pangestu, kuliah di teknik kimia itu memang kompleks, tapi menyenangkan. HMTK juga ikut berperan dalam membantu meningkatkan atmosfer akademik melalui beberapa kegiatan seperti:

  1. Peer Group Discusion, studi secara berkelompok dengan tentor dari mahasiswa itu sendiri dalam persiapan UTS dan UAS
  2. Kuliah tamu dan seminar yang sering diisi dengan pembicara dari alumni teknik kimia
  3. Pelatihan dalam persiapan lomba seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
  4. Dialog Jurusan, sarana sharing dengan Jurusan tentang permasalahan kuliah di teknik kimia terutama mata kuliah non-tatap muka (penelitian, KP, dan skripsi)  

Dalam kegiatan HMTK sendiri, ada kegiatan besar yang sudah rutin dilakukan yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Se-SMA, SMK, MA Tingkat Nasional. LKIR tahun 2018 sudah menginjak LKIR IX. Dony Syamsuddin menyampaikan, “LKIR IX tahun ini mengambil tema Sumber Daya dan Kearifan Lokal Guna Peningkatan Taraf Kehidupan Yang Unggul. Ada yang berbeda dari LKIR sebelumnya, LKIR tahun ini ada reward baru yaitu Best Presentator. Buat adik-adik SMA, mari ikut karena lombanya gratis dan diperpanjang pendaftarannya sampai 20 April 2018.”

Untuk info dan panduan LKIR dapat di download DISINI.

Melalui program I-techno ini diharapkan dapat mengubah opini masyarakat tentang kuliah teknik kimia yang menyeramkan menjadi menyenangkan. Dan kuliah di teknik kimia IST AKPRIND Yogyakarta bisa menjadi tujuan bagi lulusan siswa SMA,SMK, MA sederajat. Acara ditutup dengan salam kompak oleh semua narasumber dan penyiar radio khas Teknik Kimia IST AKPRIND: “Teknik Kimia, Satu senyawa, JAYA!” (dw)

Dokumentasi:

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here