Teknik Kimia
Program studi Teknik Kimia jenjang Strata-1 diselenggarkana semenjak bulan September 1989 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0606/O/1990 tertanggal 15 September 1990 dengan status terdaftar. Pada tahun 1998, Program studi Teknik Kimia memperoleh Status Akreditasi dengan nilai C berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Nomor 002/BAN-PT/Ak-II/S1/XII/1998.Pada tahun 2002 Program Studi Teknik Kimia memperoleh Status Akreditasi nilai B berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Nomor 013/BAN/PT/Ak-V/S1/VIII/2002 dan pada tahun 2007 Program Studi Teknik Kimia memperoleh status Akreditasi nilai B berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Nomor 020/BAN-PT/Ak-X/S1/IX/2007 yang berlaku hingga bulan Agustus 2012. Pada tahun 2012 tersebut Program Studi Teknik Kimia mengusulkan kembali status Akreditasinya kembali ke Badan Akreditasi Nasional.
Program Studi Teknik Kimia telah menghasilkan Sarjana Teknik Kimia yang siap mengembangkan kemampuan merancang serta mengelola Pabrik Kimia dan Pangan seperti Pupuk, Semen, Keramik, Petrokimia, Migs, Polimer, Kertas, Kosmetik dan Industri Bahan Pangan. Banyak Alumni Jurusan Teknik Kimia IST AKPRIND yang telah berhasil menduduki jabatan penting di berbagai erusahaan antara lain di PT. Pertamina, PT. Pupuk Kujang, PT. Pupuk Kaltim, PT. Semen Cibinong, PT. Purabarutam, PT. Candra Asri, PT. Astra Agro Industri dll.
Proses pembelajaran di Jurusan Teknik Kimia, menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan sejak tahun akademik 2007/2008, dengan pendekatan Student Centered Learning, dengan tenaga pengajar kualifikasi S2 dan S3 baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri.
Pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pembelajaran di Jurusan Teknik Kimia dilakukan secara bertahap dan terus menerus, dengan dana dari Institusi maupun dari Pemerintah. dana Pemerintah diraih oleh Jurusan Teknik Kimia melalui kompetisi pada Program Hibah Kompetisi PHK A2 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pada tahun 2007 hingga 2009 sebesar lima ratus juta per tahunnya.
Kompetensi Dosen dan Mahasiswa di bidang penelitian dikembangkan terus menerus melalui berbagai pelatihan dan pencangkokan. Beberapa Dosen berhasil meraih kemenangan dalam berkompetisi meraih dana penelitian dari luar Perguruan Tinggi, antara lain Hibah Bersaing, Dosen Muda maupun dari Kopertis Wilayah V. Beberapa Mahasiswa berhasil meraih kemenangan dalam berbagai kompetisi baik berupa olimpiade maupun lomba inovasi teknologi.
Pengabdian Masyarakat dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa berupa pengenalan teknologi dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat baik masyarakat industri maupun masyarakat pada umumnya, misalnnya penanganan limbah pabrik spiritus di Madukismo, menjadi pupuk cair yang dibutuhkan masyarakat petani di sekitar pabrik, yang berhasil meraih dana dari Pemerintah untuk penyelenggaranya. Pelatihan pemanfaatan kekayaan alam di daerah menjadi produk yang lebih bermanfaat dilakukan oleh Dosen bersama Mahasiswa. Selain itu, Jurusan Teknik Kimia bekerja sama dengan sekolah menegah di DIY dan Jawa Tengah untuk memotivasi siswa siswi dalam menuangkan gagasannya melalui Lomba Karya Ilmiah , yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Kimia bersama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia yang memperoleh dukungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Walikota Yogyakarta.
Who's new
- admin
- mamed
Who's online
There are currently 0 users online.
Recent comments
No comments available.









